Nakalnya Anak SMA
Posted by admin on June 10, 2009 – 10:16 am
Filed under Daun Muda
Namaku adalah Andi (bukan nama yang sebenarnya), dan akukuliah di salah satu universitas swasta di Bandung. Akuberasal dari luar daerah dan aku tinggal di kost. Aku puntermasuk orang yang berada, serta sangat menjalankankeagamaan yang kuat. Apalagi untuk mencoba narkoba atausegala macam, tidak deh.
Kejadian ini bermula pada waktu kira-kira 4 bulan yanglalu. Tepatnya hari itu hari Selasa kira-kira jam 14:12,aku sendiri bingung hari itu beda sekali, karena hari ituterlihat mendung tapi tidak hujan-hujan. Teman satukostan-ku mengatakan kepadaku bahwa nanti temanya anak SMUakan datang ke kost ini, kebetulan temanku itu anaksekolahan juga dan hanya dia yang anak SMU di kosttersebut.
Setelah lama menunggu akhirnya orang yang ditunggu datangjuga, kemudian temanku langsung mengajaknya ke tempatkamarku yang berada di lantai atas. Akhirnya aku dikenalisama perempuan tersebut, sebut saja namanya Ria. Lama-lamakami ngobrol akhirnya baru aku sadari bahwahari menjelangsore. Kami bertiga bersama dengan temanku nonton TV yangada di kamarku. Lama-lama kemudian temanku pamitan maupergi ke tempat temannya, katanya sih ada tugas.
Akhirnya singkat cerita kami berdua di tinggal berduadengan Ria. Aku memang tergolong cowok yang keren, Tinggi175 cm, dengan berat badan 62 kg, rambut gelombang tampangyang benar-benar cute, kata teman-teman sih. Ria hanyamenatapku tanpa berkedip, akhirnya dia memberanikan diriuntuk menggelitikku dan aku tidak tahu darimana diamengetahui kelemahanku yang sangatvital itu kontan sajaaku langsung kaget dan balik membalas serangan Ria yangterus menerus menggelitikiku. Lama kami bercanda-canda dansambil tertawa, dan kemudian diam sejenak seperti ada yanglewat kami saling berpandang, kemudian tanpa kusadari Riamencium bibirku dan aku hanya diam kaget bercampurbingung.
Akhirnya dilepaskannya lagi ciumannya yang ada di bibirku,aku pun heran kenapa sih nih anak? pikirku dalam hati. Riapun kembali tidur-tiduran di kasur dan sambil menatapkudengan mata yang uih… entah aku tidak tahu mata ituseolah-olah ingin menerkamku. Akhirnya dia melumat kembalibibirku dan kali ini kubalas lumatan bibirnya denganhisapan-hisapan kecil di bibir bawah dan atasnya. Lamakami berciuman dan terus tanpa kusadari pintu kamar belumtertutup, Ria pun memintaku agar menutup pintu kamarku,entah angin apa aku hanya nurut saja tanpa banyak protesuntuk membantah kata-katanya.
Setelah aku menutup pintu kamar kost-ku Ria langsungmemelukku dari belakang dan mencumbuku habis-habisan.Kemudian kurebahkan Ria di kasur dan kami saling berciumanmesra, aku memberanikan diri untuk menyentuh buah dadanyaRia yang kira-kira berukuran berapa ya…? 34 kali, akutidak tahu jelas tapi sepertinya begitu deh, karena barukali ini aku menuruni BH cewek. Dia mengenakan tengtop danmemakai sweater kecil berwarna hitam. Aku menurunkantengtop-nya tanpa membuka kutangnya. Kulihat buah dadatersebut… uih sepertinya empuk benar, biasanya akupaling-paling lihat di BF dan sekarang itu benar-benarterjadi di depan mataku saat ini.
Tanpa pikir panjang, kusedot saja buah dada Ria yang kanandan yang kirinya aku pelintir-pelintir seperti mencarigelombang radio. Ria hanya mendesah, “Aaahhh… aaahhh…uuhhh…”Aku tidak menghiraukan gelagat Ria yangsepertinya benar-benar sedang bernafsu tinggi. Kemudianaku pun kepingin membuka tali BH tengtop-nya. Kusuruh Riauntuk jongkok dan kemudian baru aku melihat ke belakangRia, untuk mencari resliting kutangnya. Akhirnya ketemujuga dan gundukan payudara tersebut lebih mencuat lagikarena Ria yang baru duduk di bangku SMU kelas 2 denganparas yang aduhai sehingga pergumulan ini bisa terjadi.Dengan rakusnya kembali kulumat dada Ria yang tampakkembali mengeras, perlahan-lahan ciumanku pun turun kebawah ke perut Ria dan aku melihat celana hitam Ria yangbelum terbuka dan dia hanya telanjang dada.
Aku memberanikan diri untuk menurunkan celana panjang Ria,dan Ria pun membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya.Ria pun tertawa dan berkata, “Hayo tidak bisa dibuka,soalnya Ria mempunyai celana pendek yang berwarna hitamsatu lagi…” ejek Ria sambil tersenyum girang.Aku pundengan cueknya menurunkanya kembali celana tersebut, dankali ini barulah kelihatan celana dalam yang berwarnacream dan dipinggir-pinggirnya seperti ada motifbunga-bunga, aku pun menurunkanya kembali celana dalammilik Ria dan tampaklah kali ini Ria dalam keadaanbugiltanpa mengenakan apapun. Barulah aku melihat pemandanganyang benar-benar terjadi karena selama ini aku hanyaberani berilusi dan nonton tidak pernah berbuat yangsebenarnya.
Aku pandangi dengan seksama kemaluan Ria dengan seksamayang sudah ditumbuhi bebuluan yang kira-kira panjangnyahanya 2 cm tapi sedikit, ingin rasanya mencium danmengetahui aroma kemaluan Ria. Aku pun mencoba menciumperut Ria dan pusarnya perlahan tapi pasti, ketika hampirmengenai sasaran kemaluannya Ria pun menghindari danmengatakan, “Jangan dicium memeknya akh.. geliii…” Riamengatakan sambil menutup rapat kedua selangkangannya.
Yah, mau bagaimana lagi, langsung saja kutindih Ria,kucium-cium sambil tangan kiriku memegang kemaluan Ria danberusaha memasukkanya ke dalam selangkangan Ria. Eh, Riaberontak iiihhh… ge.. li..” ujar Ria. Tahu-tahu Riamendorong badanku dan terbaliklah keadaan sekarang, akuyang tadinya berada di atas kini berubah dan berganti akuyang berada di bawah, kuat sekali dorongan perempuan yangberbobot kira-kira 45 kg dengan tinggi 160 cm ini, pikirkudalam hati. “Eh… buka dong bajunya! masak sih Ria doangyang bugil Andinya tidak…?” ujar Ria sambilmencopotkanbaju kaos yang kukenakan dan aku lagi-lagihanya diam dan menuruti apa yang Ria inginkan.
Setelah membuka baju kaosku, tangan kanan Ria masuk kedalam celana pendekku dan bibirnya sambil melumat bibirku.Gila pikirku dalam hati, nih cewek kayaknya sdahberpengalaman dan dia lebih berpengalaman dariku.Perlahan-lahan Ria mulai menurunkan celana pendekku danmuncullah kemaluanku yang besarnya minta ampun (kira-kira22 cm). Dan Ria berdecak kagum dengan kejantananku, tanpabasa-basi Ria memegangnya dan membimbingnya untuk masuk kedalam liang senggama miliknya Ria, langsung saja kutepisdan tidak jadi barang tersebut masuk ke lubang kemaluanRia. “Eh, jangan dong kalau buat yang satu ini, soalnyague belum pernah ngelakuinnya…” ujarku polos. “Ngapainkita udah bugil gini kalau kita tidak ngapa-ngapain,mendingan tadi kita tidak usah buka pakaian segala,” ujarRia dengan nada tinggi.
Akhirnya aku diam dan aku hanya menempelkan kemaluanku dipermukaan kemaluan Ria tanpa memasukkanya. “Begini ajaya…?” ujarku dengan nada polos. Ria hanya mengangguk danbegitu terasanya kemaluanku bergesek di bibir kemaluan Riatanpa dimasukkan ke dalam lubang vaginanya milik Ria, akuhanya memegang kedua buah pantat Ria yang montok dansecara sembunyi-sembunyiaku menyentuh bibir kemaluan Ria,lama kami hanya bergesekan dan tanpa kusadari akhirnyakemaluanku masuk di dalam kemaluan Ria dan Riaterus-terusan menggoyang pantatnya naik-turun.Aku kagetdan bercampur dengan ketakutan yang luar bisa, karenakeperawanan dalam hal ML yang aku jaga selama ini akhirnyahilang gara-gara anak SMU. Padahal sebelum-sebelumnyasudah ada yang mau menawari juga dan dia masih perawanlebih cantik lagi aku tolak dan sekarang hanya dengan anakSMU perjakaku hilang.
Lama aku berpikir dan sedangkan Ria hanya naik-turunmenggoyangkan pentatnya semenjak aku melamun tadi, mungkindia tersenyum puas melihat apa yang baru dia lakukanterhadapku. Yach, kepalang tanggung sudah masuk, lagi nasisudah jadi bubur akhirnya kugenjot juga pantatkunaik-turun secara berlawanan dengan yang dilakukan Ria,dan bunyilah suara yang memecahkan keheningan, “Cplok..cplok… cplok…” Ria mendesah kenikmatan karenakocokanku yang kuat dilubang vaginanya. Lama kami beradadi posisi tersebut, yaitu aku di bawah dan dia diatas.akhirnya aku mencoba mendesak Ria agar dia maumengganti posisi, tapi dorongan tangannya yang kuatmembatalkan niatku, tapi masa sih aku kalah sama cewek,pikirku. Kudorong ia dengan sekuat tenagaku dan akhirnyakami berada di posisi duduk dan kemaluanku tetap berdirikokoh tanpa dilepas. Ria tanpa diperintah menggerakkansendiri pantatnya, dan memang enak yah gituan, pikirkudalam hati. Tapi sayang tidak perawan.
Akhirnya kudorong lagi Ria agar dia tiduran telentang danaku ingin sekali melihat kemaluanku yang besar membelahselangkangan kemaluan Ria, makanya aku sambil memegangbatang kemaluanku menempelkannya di lubang kemaluan Riadan “Bless…” amblaslah semuanya. Kutekan dengan semangat“45″ tentunya karena nasi sudah hancur. Kepalang tanggungbiarlah kuterima dosa ini, pikirku. Dengan ganasnya dancepat kuhentakkan kemaluanku keras-keras di lubangkemaluan Ria dan kembali bunyi itu menerawang di ruangantersebut karena ternyata lubang kemaluan Ria telah banjirdengan air pelumasnya disana, aku tidak tahu pasti apakahitu spermanya Ria, apakah hanya pelumasnya saja? dan Riaberkata,“Loe.. udah keluar ya…?” ujarnya.“Sembarangan gue belom keluar dari tadi..?” ujarku dengannada ketus.Karena kupikir dia mengejekku karena mentang-mentang akubaru pertama kali beginian seenaknya saja dia menyangkaaku keluar duluan. Akhirnya lama aku mencumbui Ria dan akuingin segera mencapai puncaknya.
Dengan cepat kukeluarkan kemaluanku dari lubangkemaluannya dan kukeluarkan spermaku yang ada diperutnyaRia, karena aku takut kalau aku keluarkan di dalamvaginanya aku pikir dia akan hamil,kan berabe. Aku barusekali gituan sama orang yang yang tidak perawan malahdisuruh tanggung jawab lagi. Gimana kuliahku! Riatersenyum dengan puas atas kemenangannya menggodaku untukberbuat tidak senonoh terhadapnya. Huu, dasar nasib, dansemenjak saat itu aku sudah mulai menghilangkan kebiasaaanburukku yaitu onani, dan aku tidak mau lagi mengulangperbuatan tersebut karena sebenarnya aku hanya maumenyerahkannya untuk istriku seorang. Aku baru berusia 21tahun saat ini. Aku nantikan keritik dan saran dengan apayang terjadi denganku saat inidan itu membuatku shock


No comments:
Post a Comment